Showing posts with label sport. Show all posts
Showing posts with label sport. Show all posts

Monday, February 3, 2014

Skema Seedorf


I don’t have to be an expert to understand about Seedorf scheme. His players flows the ball from the back to the front through accurate passing. One will tend to pass the ball to the back instead when the front man is not ready to get the ball. Unsurprisingly, their pass accuracy reaches 85%: De Jong (92%), Kaka (88%), and Honda (97%), only Montolivo playerin the middle sector whose passing reach 80%.
Not only is their attacking style, Milan defense also easy to understand. In Seedorf’s scheme, all players ought to win the ball, including Kaka and Balotelli. In the last match Pazzini even   fault opponent players five times to win the ball in the match against Torino.
Because of this scheme, Milan may surround the defense area of their opponent. Their ball possession reaches 62 % against Torino. However, they find difficulties in making goal attempt since the opponents stay on their defensive area. That’s why Milan’s goal in the previous two matches is mostly if cannot say all made in dead ball situation. Milan’s win against Verona is determined by Balotelli penalty strike after kaka get fault in the penalty area.  Meanwhile, the winning goals against Cagliari are struck by Balotelli’s free kick, and Kaka’s goal, served by Honda’s corner kick     
Milan’s performance is expected to be better by the attendance of their new players. Rami is expected to protect the defense since Milan opponents makes 32 goals from 22 matches. Essien’s arrival may strengthen Milan’s middle sector. His athleticism may good addition for this sector since the De Jong is the only player who has the same type with Essien this season 
Milan’s targets for their offense in transfer market become an interesting issue.  Adel Taarabt, Jonathan Biabinany, Luis Nani, and Pablo Armero are speedy players with good dribble, including Armero. Although his position is wing back, his speed and acceleration makes the opponents cannot chase him when he runs to make goal attempts in their defensive area.  Those targets give blue print of Seedorf scheme. Their speed and striking give attacking option from flank and second line.  In the last match, the goal attempts are made by crossing by their wide players. However, the accuracy is not good enough, from 31 attempts, only 7 that find the targets.
Seedorf has brought Milan win their two Match and draw in the last match with lack of goal in an open play. However, his achievement should be appreciated.  The addition from transfer market hopefully can bring better result for Milan in this second half of the season, 

Wednesday, January 29, 2014

Pertarungan Timpang Lakers vs. Pacers


                                                                                        

Pertarungan Lakers vs. Pacers hari ini tampaknya akan berjalan timpang.  Walaupun terkesan bombastis, tidak terlalu sulit memprediksi pertandingan kali ini,  cukup lihat fakta statistik. Sampai saat ini Pacers menjadi salah satu tim dengan rekor terbaik yaitu 34 menang dan 9 kalah. Berbeda dengan Lakers dengan 16 kali menang dan 29 kali kalah.
Melihat depth chart Pacers, statistik poin mereka cukup merata, dengan double digit diraih Solomon Hill, Lance Stephenson, Paul George, David West, dan Roy Hibbert, dengan rataan poin tertinggi dipegang oleh Paul George dengan 23,5 poin. Jangan lupakan kontribusi CJ Watson, Danny Granger dan Luis Scola. Kelebihan tim ini ada pada eksekusi yang baik, dari wilayah dua dan tiga angka. Dari sisi fisik, rata-rata, pemain Pacers juga cukup kekar dan cepat. Satu faktor yang cukup berperan dalam permainan fisik dan adu perebutan bola di paint area,  
Permainan fisik dan kecepatan pemain tim lawan adalah kelemahan mendasar Lakers musim ini. Secara statistik sebagian besar pemain Lakers adalah shooter, dengan rataan tembakan tiga angka diatas 30 persen. Artinya, Jordi Meeks, Nick Young, Weshley Johnson, bahkan Ryan Kelly akan cenderung menembak dari wilayah tiga angka atau paremeter saat mendapat umpan matang dari Kendal Marshall. Sayangnya kesempatan meraih angka dari permainan Pick and Roll seperti ini tidak selalu bagus, walaupun second chance point Lakers cukup potensial dengan adanya Jordan Hill.
Bisa ditebak dengan rata-rata fisik pemain Pacers yang kekar dan cepat Fast Break point bisa jadi sumber Pacers mendulang angka. Belum lagi gaya Pau Gasol yang cukup sering menjadi pemantul bagi pemain lain. Jika umpannya bagus, maka Pau akan mencatatkan namanya sebagai pencetak assit. Sayang umpanya sering terlepas, bukannya mencetak assist, gaya ini memberi kesempatan lawan untuk mencetak fastbreak point.


Tapi basket tidak selalu soal statistik. Lakers punya peluang mengimbangi Pacers. Selain dari tembakan tiga angka, peluang Lakers mengimbangi Pacers bisa saja dilakukan lewat permainan di Paint area. Wesley Johnson dan Jordi Meeks, bisa lebih sering menusuk, hingga peluang mendapat Free Throw dari defensive fault cukup besar.

jika ini terjadi pertandingan akan berjalan menarik, Jual beli tembakan tiga angka bisa saja terjadi. Melihat statistik Paul George, George Hill, dan Roy Hibbert punya rataan tembakan tiga angka diatas 35 persen, artinya dari tiga kesempatan, satu tembakan berpeluang menghasilkan tiga poin. Tembakan tiga angka Lakers juga tidak kalah bagus, Nick Young, Jordi Meeks, Wesley Johnson, Kendall Marshall bisa memberi kejutan. Kuncinya, tim yang mampu menguasai paint area dan memiliki akurasi lebih baik dalam tembakan tiga angka bisa saja menang. Bisa saja Pacers atau malah Lakers. 

Friday, December 20, 2013

Lakers dan Point Guard


Gaya permainan Lakers saat ini tidak jauh dari prediksi pengamat NBA di awal musim. Mereka bermain sesuai gaya Mike D’antoni yang mengandalkan permainan cepat dengan umpan-umpan langsung dan diakhiri dengan sentuhan tembakan dua atau tiga angka. Gaya ini terlihat dari chart Lakers musim ini yang mengandalkan Shawne Williams, Weshley Johnson, Nick Young, Xavier Henry, Jordie Meeks, Steve Blake, Jordan Farmar, serta Steve Nash. Mereka semua dikenal dengan tembakan tiga angka diatas 30 persen. Jangan lupakan juga Kobe Bryant yang juga cukup piawai mengeksekusi tembakan tiga angka.
Johnson, Farmar, Meeks, Hill, dan Henry

Kunci permainan cepat D’antoni ada pada point guard lincah dan visioner yang bukan hanya mampu memberikan umpan cepat dan akurat tetapi juga mampu menusuk ke paint area untuk mencetak angka atau menarik guard lawan sehingga membuka ruang bagi para shooter untuk menembak (pick and roll play). Kriteria ini dimiliki oleh ketiga guard Lakers saat ini, Steve Nash, Steve Blake, dan Jordan Farmar.
Saat masih bermain untuk Phoenix Sun, Nash terkenal dengan umpan-umpan ajaibnya. Rataan assistnya mencapai 11 umpan per pertandingan. Alasan inilah yang membuat Lakers menariknya dari Phoenix beberapa musim lalu. Namun kebugaran fisik yang menurun membuat Nash belum mampu menunjukan potensi terbaiknya di Lakers.
pick and roll ala Steve Nash

Faktor cedera Nash justru menjadi berkah tersendiri bagi Steve Blake. Blake kini menjelma menjadi pencetak assist produktif saat ini,  dengan rata-rata delapan hingga sebelas assist per pertandingan. Umpan cepatnya lebih banyak berbuah assist saat ini karena pemain lain memiliki gaya bermain lebih praktis, begitu menerima umpan mereka langsung menembak atau mengoperkan bola terlebih dulu pada pemain yang memiliki posisi tembak lebih terbuka.
Permainan Blake terjaga dengan baik, karena Jordan Farmar mampu menjadi deputi yang baik. Saat Blake harus mengisi tenaga yang terkuras karena permainan cepat, ketajaman umpan Lakers tidak berkurang. Farmar tidak hanya piawai mengirim umpan cepat tapi juga memberi assist di paint area pada Jordan Hill, terkadang Weshley Johnson, atau malah Jordie Meeks yang sekarang kerap melakukan lay up bahkan slam dunk.
Slam Dunks

Permainan cepat Lakers berpengaruh pada menurunnya poin Pau Gasol per pertandingan musim ini. Gasol sendiri bukan tipe forward yang mengandalkan kekuatan fisik dan tinggi tubuh untuk mencetak angka. Poin Gasol di paint area kebanyakan tercipta dari kejeliannya mengecoh forward lawan yang biasanya berpostur lebih kokoh dari Gasol, dan untuk mengecoh diperlukan waktu tiga hingga lima detik di bawah jaring. Gaya ini dianggap sedikit membuang waktu  pada sistem permainan D’antoni. Sekarang Gasol lebih banyak menciptakan peluang lewat tembakan perimeter, dan akurasinya tidak selalu bagus. Dan kalaupun berusaha mencetak angka dengan gayanya, usaha Gasol kerap tidak berhasil karena Gasol hanya punya waktu satu sampai tiga detik untuk menembak atau mengoper bola pada pemain lain. Saat memilih mengoper, jika tidak langsung diberikan pada pemain lain, umpan Gasol terkadang dapat dibaca lawan, dan akhirnya menjadi turn over. 
Berkebalikan dengan Gasol, potensi Jordan Hill justru berkembang. Hill merupakan tipe pemain yang mencetak angka setelah mendapatkan offensive rebound. Potensi offensive rebound Lakers sendiri terbilang cukup besar mengingat Lakers bermain dengan mengandalkan tembakan dua atau tiga angka.
Jordan Hill

Sistem permainan D’antoni mulai buyar ketika Farmar mulai cedera. Dengan waktu permainan yang lebih banyak dan tempo yang cepat, stamina Blake jelas terkuras, dan akhirnya berpengaruh pada penampilan Lakers. Henry sendiri kurang maksimal menjalankan perannya sebagai point guard karena posisi aslinya adalah swingman. Permainan Lakers makin menurun saat Blake juga cedera. Bryant yang baru kembali dari cedera tidak mampu membawa timnya meraih kemenangan di dua pertandingan awal bersama Lakers mengingat kebugarannya belum seratus persen pulih.
Bryant baru berhasil membawa Lakers meraih kemenangan pada pertandingan ketiganya. Itupun setelah D’antoni mulai mengubah sistem permainannya menjadi lebih lambat, dengan lebih banyak umpan antar pemain, dengan Bryant sebagai point guard-nya.
Efek dari gaya permainan ini tembakan tiga angka Lakers jauh menurun. Poin Gasol juga jauh meningkat, dari tiga belas poin per pertandingan menjadi hampir mencapai dua puluh poin, itupun dengan usaha tembakan yang lebih sering gagal masuk. Meningkatnya poin Gasol setali tiga uang dengan Kobe Bryant. Pada dua pertandingan terakhir Bryant mencetak 21 poin untuk Lakers. Sayang walaupun Bryant kerap menjadi mencetak angka terbanyak, keuletan dan kengototan Bryant dalam mencetak poin-poin sulit belum sepenuhnya terlihat.
duo Steve

Yang menarik dicermati sekarang adalah bagaimana permainan Lakers setelah Bryant dikabarkan harus menepi selama enam minggu akibat cedera. Apakah mereka akan memaksimalkan potensi Meeks atau Henry sebagai point guard atau malah mencari pemain baru? Beberapa minggu belakangan santer diberitakan bahwa Lakers akan menukar Gasol dengan Iman Shumpert dari New York Knick, guard cepat yang cocok dengan gaya D’antoni, tapi isu tersebut sempat mereda setelah Gasol kembali menunjukan performa yang meningkat.  Apakah sekarang isu ini kembali menghangat atau justru malah Luol Deng dari Chicago Bulls yang mendarat ke Staples Center?
Nggak tahu juga, tapi skenario kedatangan pemain baru ini akan berpengaruh pada gaya permainan Lakers. Jika Shumpert jadi ditukar dengan Gasol maka permainan Lakers akan lebih tajam di paint area, sumber mendulang poin yang kurang dieksplorasi Lakers musim ini, mengingat permainan Shrumpert cenderung mengandalkan drive dan slam dunk. Tembakan tiga angka Shumpert juga terbilang bagus, diatas 30 persen, cocok dengan gaya D’antoni. Dan jika Shumpert masuk maka posisi Gasol kemungkinan akan menjadi milik Shawne Williams atau Wesley Johnson.
Iman Shrumpert- Luol Deng

Lain lagi jika Luol Deng yang masuk. Defense Lakers akan lebih kokoh mengingat Deng adalah salah satu perimeter defensive player terbaik NBA saat ini, aset langka bagi Lakers yang sekarang lebih berorientasi menyerang, dan boleh dibilang hanya Weshley Johnson pemain Lakers yang memiliki kemampuan bertahan menonjol lewat blok-bloknya. Dari sisi mencetak angka, boleh dibilang Deng lebih unggul secara statistik dari Shrumpert. Deng memiliki rataan 16 poin per pertandingan sedang Shrumpet berkisar antara delapan hingga Sembilan poin. Hanya saja, Shumpert berpotensi sebagai point guard, walaupun posisi alaminya adalah swingman. Dari sisi aturan salary cap Shumpert juga dipandang jauh lebih masuk akal dibandingkan Luol Deng yang memiliki gaji 13,3 juta dolar
Kaman- Gasol

Dan kalau boleh memilih, saya secara pribadi justru melihat bahwa pemain yang berpeluang besar untuk ditukar adalah Chris Kaman. Pasalnya, dalam beberapa pertandingan terakhir pasca pulih dari cedera, Kaman justru jarang dimainkan. Posisinya sebagai center cadangan justru diambil alih oleh Robert Sacre atau Jordan Hill. Sacre boleh dibilang memiliki kemampuan menjaga pemain lebih menonjol dibanding Kaman atau bahkan Jordan Hill.
Ternyata berdasarkankan informasi terbaru, bukan Shumpert atau Luol Deng yang mendarat di Staples Center melainkan Kendall Marshal. Melihat posisinya sebagai point guard, besar kemungkinan Marshal akan diplot menjadi pengatur serangan Lakers seperti juga trio point guard Lakers yang sekarang sedang cedera. Dari segi statistik kemampuan assist dan tembakan tiga angkanya sesuai dengan pola permainan D'antoni dan yang lebih menarik lagi Marshal merupakan free agent sempat bermain di Phoneix Suns musim lalu, tim sampai saat ini masih bermain dengan cetak biru pick and roll, sistem yang ditanamkan D'antoni sejak melatih tim dari tahun 2003 hingga 2008. Terlepas ada atau tidaknya pemain baru yang nantinya akan bergabung lagi, Marshal 
diharapkan mampu meningkatkan penampilan Lakers yang saat ini memiliki rekor yang bisa dibilang kurang menjanjikan dengan 12 kali menang dan 13 kali kalah.