Tuesday, May 20, 2014

Final Wilayah dan Sejarah Karakter Juara

Final wilayah NBA tengah digelar.   Dua tim maju mewakili masing-masing wilayah. Mereka menjadi tim terbaik bukan hanya karena bisa mengalahkan lawan masing-masing di semifinal, namun karena mereka mampu tetap mempertahankan karakter yang sudah dibangun setidaknya sejak musim lalu. Indiana Pacers melawan Miami Heat di wilayah timur dan San Antonio Spurs melawan Oklahoma City Thunder di wilayah barat. Masing-masing tiim yang disebut pertama unggul 1-0 pada pertandingan pertama.

Pencapaian empat tim, diatas kertas, telah diprediksi, bahkan sebelum peluit pertandingan reguler musim ini ditiup. Empat tim ini merupakan empat unggulan utama di wilayahnya masing-masing dan menjadi 4 tim dengan rekor menang kalah terbaik musim ini. Dari 82 pertandingan Pacers memenangi 56 pertandingan, disusul Heat dengan 54 kemenangan. Di wilayah barat, 62 kemenangan diraih Spurs, disusul OKC dengan 59 kemenangan. Saat saling berhadapan di babak regular, Spurs kalah empat kali melawan OKC baik saat bermain di AT&T center maupun Chesapeake Energy Arena, sedang Pacers berbagi kemenangan bersama Heat, kemenangan diraih saat masing-masing tim menjadi tuan rumah.

Pacers's Starter  (vlsportysexycool.com)

Bagi Pacers, final wilayah kali ini merupakan final mereka yang kedua kali secara beruntun. Musim  lalu, sebagai tim terbaik ketiga babak regular, Pacers memaksa Heat bermain tujuh pertandingan di final wilayah. Seperti musim lalu, kekuatan tim ini terletak pada starting lineup dengan karakter pemain yang cenderung klasik untuk masing-masing posisi. Roy Hibbert (C), David West (PF), Paul George (SF), Lance Stephenson (SG), dan George Hill (PG). kerjasama tim mereka terbentuk dari pola permainan yang kokoh dan rapi dengan ditunjang permainan fisik para pemain yang memiliki postur yang boleh dibilang setara satu sama lain. Dari empat tim yang mencicipi final wilayah musim ini, minutes play kelimanya termasuk yang tertinggi (20,3 menit per pertandingan).  Sebagai pelatih, Frank Vogel  mampu mengeksplorasi karakteristik masing-masing starternya. Hibbert yang hebat di bawah jaring mampu mendominasi paint area saat melawan Heat, David West memiliki tembakan dua angka yang akurat, dan George dengan fisik dan tembakan dua/ tiga angka yang prima. Jangan lupakan juga kontribusi pemain selincah Hill yang nyaris mencetak triple double saat melawan Blazer dengan 37 poin, 9 rebound dan 8 assist.  Selain itu, Stephenson bukan hanya piawai melakukan akselerasi hingga bawah jaring, tembakan tiga angkanya juga kerap menghasilkan angka. Rataan 3 poinnya sendiri musim lalu adalah 33% dan musim ini naik menjadi 35%. Pada pertandingan final wilayah kemarin, starter Pacers mencetak 94 dari 107 field goals (87,8%).
www.bubblews.com

Second Unit Pacers juga memegang peranan penting mendukung first unit. Walapun tanpa Danny Granger yang pindah ke Clippers, permainan mereka tetap solid. Permainan CJ Watson yang mirip dua guard utama memberikan dimensi kecepatan tersendiri bagi tim, ketika harus menyerang. Dan walaupun tidak terlalu menonjol dari segi kecepatan, Luis Scola merupakan mid-range shooter yang tidak bisa diremehkan, dan menjadi pelapis yang pas bagi David West. Jangan lupakan juga peran Ian Mahimi dan Chris Copeland. Dengan postur petarung dan memiliki tembakan yang bagus, mereka berdua cocok dengan tipe permainan tim. Dari Gambaran Chart yang ada, rasanya tidak sulit mengetahui kenapa Pacers menjadi tim terbaik wilayah timur selama musim regular.
Permainan Heat sejak awal 2010an bersandar pada Big Three: Lebron James, Dwayne Wade dan Chris Bosh. Meskipun begitu fondasi Heat sendiri setidaknya telah dibangun sejak tahun 2005, dengan aktor yang sama Pat Riley dan Dwayne Wade. Sejak pertengahan musim 2005, Pat Riley memimpin tim menjadi juara NBA 2006 dengan barisan pemain antara lain Shaquile O’Neal, Gary Payton, Alonzo Mourning, dan Udonis Haslem.  Setelah mencatat rekor terburuk dengan hanya 15 kali menang dalam 82 kali pertandingan babak reguler, tahun 2008, Riley menyerahkan posisi keelatihan tim pada Erik Spoelstra hingga saat ini. Riley sendiri masih menjabat sebagai presiden tim.
Big Three (http://philadunkia.com/)

Spoelstra  membangun tim dengan fondasi big three, dengan King James sebagai motor permainan. Untuk menggambarkan kehebatan King James, pendapat salah satu komentator NBA dirasa sesuai, "James terlalu kuat untuk seorang guard, tapi juga terlalu cepat untuk seorang forward." Dengan karakteristik seperti itu rasanya tidak sulit bagi James melakukan tembakan jarak jauh atau mendominasi bawah jaring. Dibutuhkan beberapa pemain untuk bisa menjaga James. Penjagaan ini membuka ruang bagi pemain lain untuk melakukan drive atau menembak.
Rebound menjadi karakter menonjol Chris Bosh saat bermain di Toronto Raptors. Rataan 10 rebound per pertandingan menjadi salah satu alasan mengapa Heat memakai jasa Bosh. Walaupun rataannya cendurung berkurang saat membela Miami, pencapaian Heat di final menunjukan kontribusi Bosh bagi tim. Sama seperti Bosh, sejak bergabungnya Lebron James, rataan poin Wade juga menurun, dari rataan selama berkarir sekitar 24 poin per pertandingan, musim ini, rataan poinnya hanya 19 poin. Meskipun begitu, Wade masih diandalkan timnya untuk mencetak poin, termasuk poin-poin dari posisi sulit di paint area. Selain big three, first unit Heat, diisi oleh Mario Chalmers yang lincah dan Shane Battier yang piawai dengan tembakan tiga angka.
Kekuatan Heat sendiri juga didukung oleh second unitnya yang relatif lengkap. Gaya Chris Andersen yang eksentrik dan atraktif  menjadi sumbangan energi ekstra yang tidak jarang memompa semangat tim dan bahkan penonton. Di sisi lain, tidak sulit menggambarkan peran Udonis Haslem. Sebagai pemain yang ngotot dan dominan di bawah jaring, pemain yang menjadi point forward utama saat meraih cincin juara tahun 2006 ini telah menunjukan kesetiaannya pada Heat sampai musim ini. Dua pemain yang kontribusinya tidak bisa diabaikan adalah dua pemain sarat pengalaman Rashard Lewis dan Ray Allen. Keduanya adalah pemegang rekor tembakan tiga angka sepanjang masa. Allen di posisi pertama dengan  2973 tembakan, sedangkan Lewis menempati posisi ke delapan dengan 1787 tembakan. Jika Heat butuh permainan cepat dan lincah, Noris Cole bisa menjadi pilihan. Tembakan dan kecepatan mereka cocok dengan gaya tim, yang kerap menyisakan ruang terbuka lantaran lawan menjaga James
www.bestsportsphotos.com

Mirip dengan Heat, karakter San Antonio Spurs juga dibangun dengan dua fondasi yang berbeda dengan dua aktor yang sama, yaitu Gregg Popovich dan Tim Duncan. Sejak tahun 1997 hingga 2003, Spurs terkenal dengan Twin Towernya yaitu David Robinson dan Tim Duncan. Bersama David Robinson, Tim Duncan, Steve Kerr, Avery Johnson, Popovich meraih gelar juara NBA pertamanya.
www.foxsanantonio.com

Prestasi yang sama diraih 2003, kali ini twin tower bahu membahu dengan dua pemain asingnya Tony Parker (perancis) dan Manu Ginobilli (Argentina). Walaupun minus David Robinson, Spurs meraih gelar yang sama tahun 2005. Sejak musim lalu, Spurs selalu melangkah hingga final wilayah. Kerangka tim ini masih dibangun oleh Tim Duncan dan Tony Parker sebagai starting lineup dan Ginobilli memberikan perbedaan lewat akurasi tembakannya dari second unit. 
Pada dasarnya Chart Spurs dibangun dengan tim dari berbagai negara. Pada first unit. Duncan dan Parker bahu membahu dengan Danny Green dan Kawhi Leonard yang lincah dan memiliki tembakan tiga angka yang bagus. Tiago Splitter (Brazil) menjaga dominasi tim di bawah jaring.  Walaupun tidak lagi terlalu lincah, Duncan masih tetap forward center yang piawai membaca pergerakan gerakan lawan. Pada pertandingan final wilayah melawan OKC, Duncan mengoleksi 27 poin, sedang Leonard dan Parker mengacak-acak paint area dengan masing-masing enam tembakan, Dany Green menambah 3 tembakan dari area tiga angka.
Durant vs.Leonard (http://blog.mysanantonio.com/)

Gary Neal, pencetak enam dari sepuluh tembakan tiga angka pada salah satu pertandingan final musim lalu memang sudah tidak menghuni chart Spurs, namun bukan berarti kekuatan tim berkurang. Selain Ginnobilli, permainan Pick and Roll disajikan oleh Boris Diaw lewat umpan-umpan tak terduganya. Permainan lincah dengah kombinasi tembakan tiga angka mirip Danny Green bisa ditampilkan Austin Daye, sumbangan 22 poin melalui 6 tembakan tiga angka saat melawan Sixers menjadi bukti perannya bagi tim. Selain Daye, Kontribusi tembakan tiga angka bisa datang dari Big Man Matt Bonner dan Marco Belinelli, shooter italia pemenang kontes tembakan tiga angka musim ini. Corry Joseph (Kanada) menjadi pelapis yang pas bagi Parker. Walapun belum seeksplosif seniornya, Joseph memiliki visi yang bagus, yang berguna saat Parker memulihkan tenaga di bangku cadangan atau tidak bermain.

Harden, Ibaka, Durant, Perkins, Westbrook (http://www1.pictures.zimbio.com/)

OKC adalah finalis NBA tahun 2012. Di final, tim ini dihempaskan oleh Heat 4-1. Kekuatan tim ini ada pada karakter ngotot para pemain kekar dengan tembakan bagus semacam Russell Westbrook dan Kevin Durant. Sejauh ini keduanya menjadi motor serangan Spurs hingga pertandingan final wilayah kali ini. Pada pertandingan pertama final wilayah kali ini, kombinasi keduanya menyumbang 53 poin dari 105 poin yang dibuat OKC. Walaupun berposisi sebagai Point Guard, kemampuan Westbrook mencetak angka di paint area bisa dibilang cukup dominan (54%).   Serge Ibaka, dan Kendrick Perkins adalah dua pemain berpostur kekar yang dominan di bawah jaring. Sebelum bergabung dengan Rocket, kepingan puzzle OKC diisi oleh tembakan akurat James Harden. Posisi Harden digantikan oleh Thabo Sefolosha, yang lincah dan piawai melakukan tembakan tiga angka. Peran vital starting lineup OKC cukup berpengaruh pada penampilan mereka di pertandingan pertama final wilayah musim ini. Bermain tanpa Serge Ibaka yang diperkirakan absen karena cedera betis saat melawan Clippers hingga final playoff, Spurs mendominasi paint area dengan 66 poin.

Second unit OKC diisi pemain relatif yang lebih kecil dan lincah dan dipimpin oleh Derek Fisher. Walaupun perannya di lapangan tidak sebesar pemain lain, kepemimpinan Fisher mampu membuat tim ini makin matang. Kelincahan dan tembakan Reggie Jackson dan Caron Butler diperlukan saat tim membutuhkan small lineup. Jika tim membutuhkan kecepatan dan akselerasi, pelatih bisa menunjuk Jeremy Lamb untuk mengemban tugas ini.

www.rantsports.com


Dari empat tim yang ada, boleh jadi masing-masing berpeluang masuk final mengingat keempatnya memiliki sejarah sebagai juara, setidaknya pada masing-masing wilayah. Walaupun Heat dan Spurs mungkin diunggulkan karena sejarah meraih cincin juara, namun tim yang mampu menunjukan karakter aslinya sampai akhir laga seringkali memberikan kemenangan tak terduga

No comments:

Post a Comment